Berbagai Macam Jenis PCOS (Sindrom ovarium polikistik)

Sindrom ovarium polikistik (PCOS) dianggap menjadi penyebab utama infertilitas wanita, dengan hampir 5 juta perempuan di Indonesia saja memiliki gejala untuk penyakit ini.

Wanita yang didiagnosis dengan PCOS biasanya dibagi ke dalam dua kategori; resistensi insulin dan resistensi non-insulin, tetapi apakah Anda tahu bahwa sampai dengan saat ini ada sampai 5 variasi PCOS?

Gejalanya bisa berupa:

  • Pertumbuhan rambut yang berlebihan pada wajah, dada, perut dan punggung
  • Menstruasi yang tidak teratur atau tidak mengalami menstruasi sama sekali
  • Jerawat dan kulit berminyak
  • Kista ovarium
  • Berat badan yang berlebihan bisa berupa penumpukan lemak di sekitar perut
  • Nyeri panggul
  • Kulit kasar
  • Gangguan tidur
  • Infertilitas

Dalam rangka memenuhi kriteria diagnostik, pasien harus memiliki setidaknya dua dari tiga masalah berikut:

  1. Peningkatan kadar Testosteron
  2. Pola Ovulasi abnormal
  3. Ovarium Polikistik

Bagi wanita dengan PCOS, ini semua adalah pengetahuan dasar. Apa yang mungkin belum banyak dipahami oleh wanita, terutama jika mereka mengalami PCOS dengan manifestasi dan gejala yang berbeda dengan wanita lainnya.

Dua Jenis Utama PCOS

Pembagian dari PCOS biasanya dapat dibagi menjadi dua kategori: PCOS karena resistensi insulin dan PCOS non resistensi insulin.

Banyaknya variasi dari gejal-gejala ini membuat kebingungan bagi kebanyuakan penderita mengenai penyakit ini, serta pilihan pengobatan terbaik.

PCOS karena resistensi insulin

PCOS karena resistensi insulin juga disebut sebagai PCOS Tipe 1, ini adalah apa yang paling sering disebut dengan dengan gejala PCOS klasik.

Ini termasuk ganguan berat badan, gangguan ovulasi, pertumbuhan rambut pada wajah, rambut rontok dan jerawat.

Mereka yang menderita PCOS karena resistensi insulin juga menunjukkan potensi yang lebih besar akan mengidap diabetes dan meningkatkan kadar testosteron – keduanya sebenarnya disebabkan oleh resistensi insulin dan resistensi leptin.

Bahkan, resistensi insulin dan leptin yang dialami oleh pasien-pasien ini adalah penyebab di balik banyaknya gejala tak menyenangkan yang mereka hadapi ketika menderita penyakit ini.

Hal ini menyebabkan kenaikan berat badan dan peningkatan kadar testosteron secara berlebihan yang menyebakan rambut rontok dan pertumbuhan rambut di wajah.

Tujuan untuk mengobati PCOS karena resistensi insulin adalah untuk meningkatkan sensitivitas insulin.

Seringkali dokter akan meresepkan obat penurunan berat badan, tetapi akan sulit sekali untuk pasien dengan jenis PCOS ini untuk menurunkan berat badan.

Jenis PCOS ini membutuhkan dedikasi ekstra untuk diet dan olahraga. Namun, ketika penurunan berat badan tercapai, gejala biasanya mereda.

Obat untuk menurunkan gula darah juga sering diresepkan, meskipun ada alternatif alami – seperti D-Chiro-Inositol – yang telah ditemukan namun efektif dalam beberapa kasus.

PCOS non-resistensi insulin

Ada beberapa wanita yang memenuhi kriteria diagnostik sebagai penderita PCOS, tetapi yang tidak menderita resistensi insulin. Ini disebut dengan PCOS Tipe 2, atau PCOS non-resistensi insulin.

Ada dapat berbagai penyebab untuk jenis PCOS ini, termasuk kekurangan vitamin D atau yodium, racun yang menyebabkan ganguan hormon, penyakit tiroid, dan stres adrenal.

Bagi wanita yang mengalami PCOS non-resisten insulin, obat penurun gula darah tidak akan berpengaruh sama sekali, dan tidak akan mengurangi berat badan.

Pilihan pengobatan dalam kasus ini cenderung lebih natural.

Pasien mungkin didorong untuk menghindari susu, suplemen juga diresepkan seperti Iodine, Vitamin D, Magnesium, dan Seng, bersama dengan herbal untuk mengurangi kadar testosteron.

Progesteron alami mungkin juga akan diresepkan dalam upaya untuk menyeimbangkan hormon dan mendorong ovulasi.

Potensi Kombinasi lainnya

Selain dua jenis PCOS yang sudah dijelaskan di atas, ada beberapa gejala yang berkombinasi sehingga membentuk gejala yang khas, ada beberapa yang melanggar kategori sebanyak lima jenis yang berbeda:

  1. PCOS Tipe 1 :

Jenis PCOS klasik yang dijelaskan di atas, dengan gejala-gejala ovulasi, peningkatan testosteron, dan resistensi insulin.

  1. PCOS Tipe 2 :

PCOS non-resistensi insulin telah kita dijelaskan, dengan gejala-gejala ovulasi dan peningkatan kadar testosteron.

  1. Non-Tradisional PCOS 1:

Bisanya terdeteksi dengan masalah ovulasi, kadar testosteron normal, obesitas dan resistensi insulin.

  1. Non-Tradisional PCOS 2:

Bisanya terdeteksi dengan masalah pola ovulasi normal, peningkatan kadar testosteron dan resistensi insulin ringan.

  1. Idiopatik Hirsutisme:

Bisanya terdeteksi dengan pola ovulasi normal, peningkatan kadar testosteron dan tidak ada resistensi insulin.

Seperti yang Anda lihat, ada banyak variasi ketika anda mengalami kondisi ini, yang dapat membuat anda bingung untuk menemukan pengobatan yang tepat untuk setiap gejala.

Pahamilah gejala-gejala yang ada di balik kasus PCOS yang anda derita, dan temukan cara yang tepat yang Anda butuhkan adalah cara terbaik untuk memerangi penyakit ini yang mempengaruhi begitu banyak orang lain juga.

Referensi :
1. http://www.sensible-alternative.com.au/female-hormones/polycystic-ovarian-syndrome
2. http://www.wdxcyber.com/dxinf001.htm
3. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/1936318
4. http://www.womenshealth.gov/publications/our-publications/fact-sheet/polycystic-ovary-syndrome.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.